Beranda Lingkungan Waspada! Tanggul Sungai Arakundo Hampir Jebol, Bencana Besar Menanti

Waspada! Tanggul Sungai Arakundo Hampir Jebol, Bencana Besar Menanti

41675
0
BERBAGI

Lingkarkita.com – Aceh Timur | Tanggul sungai Arakundo tepatnya di Dusun Teupin Gajah, Gampong Seumatang, Kecamatan Julok, Aceh Timur hampir Jebol dan runtuh sejak Minggu pukul 20.00 WIB sampai saat ini reruntuhan bertambah luas, Senin (7/12/2020).

Keuchik Gampong Seumatang, Ibnu Hajar mengatakan, tanggul yang hampir Jebol itu akibat tergerus air sungai yang penuh dan sangat deras, serta terjadi pusaran air di sungai tersebut.

“Air di sungai sudah penuh dan mengalir deras sehingga mengakibatkan abrasi, abrasi sudah meruntuhkan tanah sungai sekitar 15 meter dan tanggulnya juga sudah runtuh 2,5 meter,” jelas Keuchik.

Ia menambahkan, sisa tanggul yang belum runtuh lebih kurang 4 meter lagi dan dimungkinkan terus runtuh.

“Kami lihat tanggul akan bertambah runtuh mengingat air bertambah deras juga kontur tanah yang sangat labil,” tambahnya.

Pihaknya mengingatkan, apabila tidak segera ditangani oleh pihak-pihak terkait, maka sejarah tahun 2006 akan terulang kembali.

“Tahun 2006 pernah terjadi tanggul itu jebol dan mengakibatkan banjir besar melanda sampai hampir menenggelamkan Dayah Bustanul Huda ( Dayah Paya pasi) serta mengakibatkan jalur transportasi putus total selama 1 minggu lamanya. Selain itu juga merendam beberapa Gampong di sekitarnya,” ujarnya.

Oleh sebab itu, pihaknya sangat berharap pihak terkait segera menangani permasalahan itu agar tidak bertambah parah.

“Mohon kepada pihak terkait untuk segera menindaklanjuti permasalahan ini agar tidak terjadi bencana seperti dulu,” tambahnya dengan penuh harap.

“Dulu pada Tahun 2016 pernah ada pemasangan batu gajah untuk penahan tanggul sekitar 150 meter, tapi itu tidak memadai, kami harapkan untuk dipasang sekitar 150 meter lagi agar tanggul sungai tidak runtuh tergerus air, kami harapkan adanya perhatian dari pihak terkait,” imbuhnya.

Pantauan lingkarkita.com, tanggul tersebut bertambah runtuh dikarenakan tanah yang labil juga tergerus arus yang deras dan ditambah lagi adanya pusaran air.

Penulis: Safrizal
Editor: MuRa

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here